Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget by ateonsoft.com

Jumat, 26 Juni 2009

PENDIDIKAN ORANG DEWASA (POD)


Program pengembangan masyarakat adalah orang dewasa yang memiliki bermacam-macam pengalaman serta memiliki berbagai persoalan yang menghendaki pemecahannya. Apa yang perlu dilakukan oleh seorang penggerak, pendamping, atau fasilitator didalam menghadapi kelompok sasaran ini agar yang bersangkutan tertarik mengikuti program.


Tidak sedikit para pedamping dilapangan sering mengalami kegagalan dan kesulitan didalam melakukan pendekatan terhadap orang dewasa. Kesulitan ini terjadi karena para pengelola program masih mempergunakan cara pendekatan tradisional, dimana pendamping didalam menghadapi kelompok sasarannya sebagaimana seorang guru menghadapi murid pada proses belajar mengajar di sekolah formal. Proses belajar ini lebih mengarah pada pemindahan pengetahuan dan gagasan secara menyeluruh dari guru kepada murid. Murid tidak lebih dari pada karet busa yang selalu menyerap apa saja yang dituangkan oleh sang guru. Perananan utama didalam pelaksanaan proses belajar mengajar ada di tangan seorang guru.

Para Pembaharu Sistem Pendidikan Orang Dewasa (POD) merasakan adanya kejanggalan serta melakukan penolakan terhadap cara-cara tersebut diatas dengan menggunakan Konsep baru tentang pendidikan orang dewasa.

PAULO FREIRE :
Konsep yang diajukan oleh Paulo Freire berdasarkan atas penghargaan mereka terhadap harkat dan nilai manusia secara induvidual serta hasrat untuk membebaskan manusia dari lingkungan yang menjajah dan mengeksploitasi. Sistem pendidikan yang ada di masyarakat lebih cenderung melestarikan “kebudayaan diam”

Hal ini dapat dilihat dari gejala yang timbul didalam masyarakat :
Warga belajar bersikap masa bodoh dan merasa tidak berdaya.
Terjadi penindasan antar golongan dan terjadi sistem kelas dalam masyarakat
Adanya sistem paternalisme dalam masyarakat, dimana warga belajar patuh dan mendewakan guru
Struktur kelas dalam masyarakat tidak mendorong yang lemah untuk berkembang kearah kesadaran diri yang kritis.

Freire berpendapat sekolah formal mempunyai andil yang besar untuk tetap melestarikan kebudayaan diam ini. Sistem pendidikan yang berdasarkan sistem Bank dan sistem Penjinakan .

Peranan guru lebih sebagai penindas dimana :

Guru mengajar Murid belajar
Guru tahu segalanya Murid tidak tahu
Guru berbicara Murid mendengarkan
Guru mengisi program Murid diisi
Guru menertiptkan Murid ditertipkan
Guru subyek Murid obyek

Freire berusaha mengatasi situasi ini dengan mengajukan konsep “Concentization” atau konsep “Kepercayaan diri dan pemahaman terhadap lingkungan”. Untuk membangkitkan konsensitasi dalam diri setiap orang dipergunakan sistem Pendidikan yang membebaskan, yaitu memperlakukan warga belajar sebagai subyek, bukan sebagai obyek penerima pasif. Dalam sistem ini akan menghilangkan unsur-unsur yang menimbulkan pemisahan antara golongan penindas dan tertindas, golongan yang mempunyai kedudukan terhormat dan tidak terhormat, antara guru yang maha tahu dengan murid yang serba tidak tahu.

Freire juga menekankan cara berfikir reflektif sebagai kunci setiap program pendidikan sebagai kelanjutan dari konsep konsistensi ini diperkenalkan konsep “PRAXIS” (Refleksi-Kegiatan-Refleksi) sebagai fungsi manusia yang sesungguhnya. Manusia baik pria maupun wanita, bukan lagi merupakan obyek-obyek untuk dimanipulasi tetapi merupakan subyek-subyek berdaya cipta yang memiliki kemampuan untuk menelaah dengan kritis, berinteraksi dan mampu mengubah dunia sendiri.

Untuk melawan sistem penjinakan Freire menggunakan pendidikan yang mengungkapkan masalah. Didalam sistem ini warga belajar secara terus menerus dirangsang untuk memecahkan masalahnya sendiri bersama-sama dengan kelompoknya yang memiliki masalah serupa. Setiap pemecahan masalah tidak diturunkan dari sang pelatih, malainkan tumbuh dan berkembang dari warga belajar sendiri

Didalam sistem ini perlu di ingat, bahwa :
Tidak seorangpun dapat mengajar orang lain
Tidak seorangpun dapat belajar seorang diri.
Manusia belajar bersama, bertindak dalam dan berkenaan dengan dunia mereka.

IVAN ILLICH
Konsep yang diajukan oleh Ivan Illich didasarkan atas pemikiran yang sama dengan Paulo Freire yaitu menyerang gaya Pendidikan yang Tradisional. Ivan Illich melihat penyebab masyarakat tidak berdaya cipta dan terhambat perkembangannya terletak pada :
1.Adanya penghargaan yang berlebihan terhadap Ijazah dan Piagam-Piagam tanda Lulus,
2.Adanya pengakuan Hak Tunggal Pendidikan oleh Sekolah/Guru
3.Ijazah sekolah dan kelancaran berbicara seakan-akan mempunyai hak untuk mengatakan sesuatu yang baru, atau mengadakan pembaharuan,
4.Sistem Pendidikan Tradisional yang didominir guru, ternyata merenggut harga diri warga belajar,
5.Cara guru menghadapi murid yang dapat meniadakan rasa aman dan kemerdekaan individu dan,
6.Kekuasaan guru yang amat besar, seolah-olah hanya guru yang menguasai rahasia kehidupan, hanya guru yang memiliki kemampuan memecahkan rahasia-rahasia itu secara berurutan dan benar.

Pada hal kenyataannya sekitar 50% penduduk dunia belum pernah mengenyam sekolah. Orang-orang tuna aksara yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah menangkap pesan yang merendahkan dirinya :
Untuk mencapai sesuatu harus sekolah formal.
Membayar pajak untuk membiayai sekolah.
Sistem Sekolah meningkatkan penghargaan para kaum birokrat, akibatnya warga masyarakat tuna aksara semakin merasa lebih kecil.

Konsep yang dikembangkan oleh Ivan Illich untuk melawan situasi ini adalah :
1.Pengakuan akan daya cipta manusia sebagai suatu alat kelengkapan masyarakat untuk tumbuh bebas dan penuh ekspresi.
2.Kebalikan dari Sekolah” yaitu warga belajar akan mengadakan hubungan-hubungan baru dengan lingkungannnya dan memilih sendiri apa dan dari siapa mereka ingin belajar, dengan maksud untuk meniadakan Hak Tunggal yang dimiliki guru.

SILVIA ASHTON WARNER
Konsep yang diajukan untuk mengatasi permasalahn adalah : LEARNING EXPERIENCE yaitu nenberikan kepada warga belajar kesempatan-kesempatan agar dengan kritis menganalisa lingkungan mereka untuk menjelaskan pemahaman diri dengan lingkungannya, serta membangun kepercayaan akan daya cipta dan kemampuan untuk melaksanakan suatu kegiatan mereka sendiri.

Penerapan konsep “Learning Experience” pada proses belajar-mengajar dilakukan sebagai berikut :
1.Membangun pengalaman belajar dengan mendasarkan pada kata-kata yang sangat berarti bagi warga belajar
2.Kata-kata tersebut merupakan “Kunci” yang mendorong warga belajar membuka dirinya dan meberikan pandangan-pandangan baru tentang dirinya
3.Kata-kata penggerak tersebut dijadikan dasar dalam merancang pendidikan masyarakat pedesaan yang motivatif bagi orang dewasa.
Teknik ini mampu menumbuhkan dialog dan melibatkan warga belajar dalam Refleksi

CARL ROGERS
Konsep yang diajukan oleh Carl Rogers adalah : “Pendidikan yang tidak diarahkan” dengan memperpgunakan prinsip-prinsip “Penentuan diri sendiri” dan “Penentuan arah sendiri”

Carl Rogers menggunakan pendekatan THERAPI yang berpusat pada PASIEN, sebagaimana dilakukan oleh para dokter dan psycholog.
Mengerahkan kemampuan warga belajar untuk berani menghadapi hidupnya secafa konstruktif.
Penciptaan suasana saling menerima, mengerti dan menghormati merupakan dasar paling efektif untuk memudahkan proses belajar “Therapi”, sehingga warga belajar akan lebih mengenal diri sendiri dan lebih mampu mengendalikan dirinya dalam menghadapi situasi baru

Peranan fasilitator pada proses ini, antara lain :
1.Menciptakan suasana yang dapat membangkitkan partisipasi kelompok.
2.Memberikan cara-cara untuk membangkitkan kepercayaan akan kemampuan kelompok.
3.Membantu para anggota memperjelaskan tujuan masing-masing.
4.Memelihara sesuatu iklim keterbukaan.
5.Membantu kelompok menemukan sumber-sumber, dan mengarahkan penggunaanya kepada kelompok.
6.Sebagai prumus atau penafsir dan sebagai anggota biasa.

ABRAHAM . MASLOW
“Motivasi yang direalisasi dalam tingkah laku adalah berasal dalam diri seseorang sebagai reaksi terhadap kebutuhan dasar manusia”. Selanjutnya ia berpendapat bahwa suatu hidup yang lebih baik akan dimungkinkan jika kemampuan manusia untuk melihat dirinya dengan cara yang baru dapat tumbuh, baik dalam pengertian individu maupun sebagai makhluk sosial. Perkembangan dalam diri sendiri akan mendorong manusia untuk menelaah, meneliti, mengalami, memilih, mengelola dan bertindak.

BAMBANG UTOMO
Bambang Utomo menanggapi sistim pendidikan yang ada di Indonesia dengan menamakan “Pendidikan Kolam” dan “Pendidikan Mata Air”.
Pendidikan kolam adalah Pendidikan dimana “Air Pengetahuan” dituangkan dari guru kepada murid lewat proses belajar mengajar. Pada sistim pendidikan ini murid pasif, menerima dan dituangi air pengetahuan.
Pendidikan mata air, sebagai lawan dari pedidikan kolam adalah Pendidikan dimana si murid dengan atau tanpa guru yang mendampinginya berusaha belajar. Berlatih, serta membina diri sendiri. Pada sistim pendidikan ini murid aktif kecuali dirinya sendiri dan lingkungannya.

DR. BS. MARDIATMADJA
Pendapatnya terhadap sistim pendidikan yang ada adalah sebagai berikut :
1.Pendidikan memberatkan pada mengajar dari pada pemahaman tentang nilai-nilai hidup.
2.Orang memutlakkan pengetahuan selaku nilai terpenting kearah kemajuan.
3.Pendidikan dianggap beres kalau anak sudah hafal apa yang diajarkan.
4.Apabila orang sudah tahu ini itu langsung menjadi manusia dewasa dan dianggap lebih baik.
5.Nilai manusia diletakkan pada lebih banyak tahu atau kurang tahu. Ukuran baik buruknya orang adalah pandai bodohnya.
6.Model pendidikan dengan memadati hari-hari belajar dengan sebanyak mungkin menjejali ilmu dan pengetahuan.

Saran pemecahan yang diajukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah Konsep “Pendidikan yang berpusat pada Nilai-nilai Dasar Manusiawi” sebagai berikut :
1.Manusia merupakan kesatuan antara segi rohani dan materi.
2.Manusia bersikap hormat pada hidup manusia lainnya.
3.Manusia secara bebas berkreasi terus.
4.Manusia itu bersetia kawan dengan sesamanya.


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting